Dies Natalis Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Unpad merupakan momen penting dalam perjalanan sejarah fakultas kedokteran gigi. Perayaan hari jadi ini bukan hanya sekadar seremoni, melainkan juga sebagai wujud rasa syukur dan refleksi terhadap pencapaian yang telah diraih. Dies Natalis menjadi ajang untuk merayakan keberhasilan, mempererat kebersamaan, serta meningkatkan semangat inovasi dan kolaborasi antara mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, dan alumni. Peringatan Dies Natalis ini mengusung tema "Smart Dentistry : Innovations, Artificial Intelligence and Digital Transformation". Rangkaian acara dies diantaranya adalah Dies natalis ceremony, e-poster, pameran kedokteran gigi, scientific award, baksos, DIES gathering, seminar, dan Workshop.
Salah satu workshop dalam kegiatan ini yaitu mengenai From Contact to Contour: Optimizing Class II Composite Restorations yang akan disampaikan oleh Prof. Dr. Irmaleny, drg., Sp.KG., Subsp. KR(K). Restorasi Kelas II merupakan salah satu prosedur yang paling sering dilakukan dalam praktik kedokteran gigi restoratif, namun tetap menjadi tantangan besar dari sisi teknis maupun biologis. Tantangan utama meliputi kontrol terhadap kelembapan, pencapaian kontak proksimal yang adekuat, dan adaptasi marjinal yang presisi. Dalam era kedokteran gigi modern yang berfokus pada prinsip minimal intervention, pemilihan material, alat, dan teknik yang tepat sangat menentukan keberhasilan jangka panjang. Presentasi ini mengulas secara menyeluruh tantangan-tantangan umum yang dihadapi dalam restorasi Kelas II, termasuk aspek anatomi kavitas, penggunaan sistem matriks (seperti sectional matrix dan Tofflemire), teknik penggunaan wedge, dan prosedur adhesi. Selain itu, akan dibahas inovasi terbaru dalam bahan komposit resin serta penerapan teknik matriks sectional untuk menghasilkan kontak proksimal dan adaptasi marjinal yang optimal. Tujuan dari presentasi ini adalah memberikan panduan praktis dan berbasis ilmiah bagi dokter gigi dan spesialis untuk mengintegra Salah satu hand on dalam kegitan ini yaitu mengenai From Contact to Contour: Optimizing Class II Composite Restorations yang akan disampaikan oleh Prof. Dr. Irmaleny, drg., Sp.KG., Subsp. KR(K). Restorasi Kelas II merupakan salah satu prosedur yang paling sering dilakukan dalam praktik kedokteran gigi restoratif, namun tetap menjadi tantangan besar dari sisi teknis maupun biologis. Tantangan utama meliputi kontrol terhadap kelembapan, pencapaian kontak proksimal yang adekuat, dan adaptasi marjinal yang presisi. Dalam era kedokteran gigi modern yang berfokus pada prinsip minimal intervention, pemilihan material, alat, dan teknik yang tepat sangat menentukan keberhasilan jangka panjang. Presentasi ini mengulas secara menyeluruh tantangan-tantangan umum yang dihadapi dalam restorasi Kelas II, termasuk aspek anatomi kavitas, penggunaan sistem matriks (seperti sectional matrix dan Tofflemire), teknik penggunaan wedge, dan prosedur adhesi. Selain itu, akan dibahas inovasi terbaru dalam bahan komposit resin serta penerapan teknik matriks sectional untuk menghasilkan kontak proksimal dan adaptasi marjinal yang optimal. Dalam prosedur restorasi komposit Kelas II, alat dan bahan seperti resin komposit, matriks, bonding agent, etsa, dan light curing unit digunakan. Matriks dipasang dan distabilkan untuk membentuk kontur dan kontak gigi. Setelah etsa dan bonding diterapkan, komposit diaplikasikan secara inkremental, lalu disinar setiap lapisan untuk menghindari penyusutan. Kontak proksimal dibentuk dengan menekan matriks menggunakan burnisher sebelum curing. Setelah penyinaran selesai, matriks dilepas secara hati-hati, kemudian dilakukan finishing, pemolesan, dan pengecekan oklusi agar restorasi yang halus, anatomi, dan fungsional dapat dihasilkan. Workshop memberikan panduan praktis dan berbasis ilmiah bagi dokter gigi dan spesialis untuk mengintegrasikan pendekatan modern dengan penggunaan alat yang sesuai guna menghasilkan restorasi yang estetis, fungsional, dan tahan lama. Peserta akan diberikan pelatihan mendalam mengenai teknik restorasi kelas II. Dengan mengikuti hands-on ini, diharapkan para peserta dapat meningkatkan keterampilan klinis mereka dalam melakukan restorasi kelas II.
