Profesi Obstetri dan Ginekologi saat ini berdiri di persimpangan jalan yang menantang. Di satu sisi, kita dituntut untuk memberikan pelayanan medis prima demi keselamatan ibu dan bayi. Namun di sisi lain, kita dihadapkan pada realitas hukum kesehatan yang semakin ketat. Risiko sengketa medis dan tuduhan malpraktik kini bukan lagi sekadar wacana, melainkan potensi ancaman nyata dalam praktik kita sehari-hari.
Me-ProF kali ini hadir untuk menjawab kegelisahan tersebut. Kami mendesain acara ini bukan hanya sebagai transfer ilmu medis, melainkan sebagai strategi per- tahanan profesi. Melalui pembahasan kasus klinis nyata, tips mediasi, hingga pemahaman aspek legal, kami berharap Sejawat memiliki bekal komprehensif. Mari kita pastikan bahwa niat mulia kita menolong pasien, senantiasa terlindungi oleh pemahaman hukum yang mumpuni.
Pemilihan dan penggunaan metode kontrasepsi yang tepat merupakan komponen penting dalam pelayanan kesehatan reproduksi perempuan. Metode kontrasepsi jangka panjang yang dapat dibalikkan (long-acting reversible contraception / LARC), seperti implan dan levonorgestrel-releasing intrauterine system (LNG-IUS), terbukti efektif, aman, dan memiliki tingkat keberlanjutan penggunaan yang tinggi. Namun, pemanfaatan metode ini masih dipengaruhi oleh variasi pemahaman klinisi, keterampilan pemasangan, serta konseling yang diberikan kepada pasien. Perkembangan rekomendasi klinis dan bukti ilmiah terbaru menuntut dokter spesialis obstetri dan ginekologi untuk terus memperbarui pengetahuan terkait indikasi, kontraindikasi, teknik pemasangan, serta penatalaksanaan efek samping kontrasepsi implan dan LNG-IUS. Keterampilan teknis yang tidak optimal dalam pemasangan maupun pelepasan alat kontrasepsi dapat meningkatkan risiko komplikasi dan menurunkan kepuasan pasien. Workshop Contraception Update dan Hands-on (Implan, LNG-IUS) diselenggarakan untuk memperbarui pengetahuan peserta mengenai perkembangan terkini kontrasepsi LARC serta meningkatkan keterampilan praktis melalui sesi pelatihan langsung. Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung pelayanan kontrasepsi yang aman, efektif, dan berorientasi pada kebutuhan serta kenyamanan pasien.
