Angka Kematian Ibu
(AKI) masih menjadi isu prioritas dalam pembangunan kesehatan di Indonesia.
Menjelang target tahun 2026, pemerintah terus berupaya menurunkan AKI melalui
berbagai intervensi strategis. Salah satu kontributor signifikan terhadap
kematian ibu adalah komplikasi keguguran yang tidak tertangani secara
komprehensif, yang berisiko tinggi menyebabkan perdarahan dan infeksi.
Dalam praktik klinis,
pemilihan metode evakuasi rahim yang aman dan efektif menjadi kunci utama.
Evidence-based medicine menunjukkan bahwa Aspirasi Vakum Manual (AVM) merupakan
metode pilihan yang direkomendasikan oleh WHO karena memiliki tingkat keamanan
lebih tinggi dan risiko komplikasi yang jauh lebih rendah dibandingkan kuretase
tajam (D&C). Namun, implementasi AVM dalam clinical pathway di lapangan
masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari adaptasi alur pelayanan hingga
kepercayaan diri klinisi dalam menangani berbagai kasus.
Oleh karena itu, diperlukan sebuah forum ilmiah untuk menyelaraskan persepsi mengenai implementasi AVM sebagai bagian dari Asuhan Pasca Keguguran (APK) yang komprehensif. Webinar ini bertujuan untuk membekali para klinisi, khususnya Sp.OG, PPDS, dan Dokter Umum, dengan bukti ilmiah terbaru, strategi alur pelayanan, serta berbagi pengalaman klinis (case sharing) guna memastikan setiap pasien mendapatkan penanganan yang aman, efektif, dan terjangkau.
