Pada saat ini Indonesia telah membuat tuntutan-tuntutan baru di segala sektor Negara kita. Sektor pelayanan kesehatan khususnya telah membuat standar baru yang harus dipenuhi oleh seluruh peran di sektor ini. Hal tersebut telah membuat dunia keperawatan dan kebidanan di Indonesia menjadi tertantang untuk terus mengembangkan kualitas pelayanan keperawatan dan kebidanan yang berbasis teknologi informasi. Tenaga perawat dan bidan sebagai salah satu tenaga yang mempunyai kontribusi besar bagi pelayanan kesehatan untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dibidang Keperawatan dan kebidanan.
Setiap Negara mempunyai upaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan yang berbeda-beda khususnya dalam bidang teknologi dan inovasi. Saat ini berbagai sistem teknologi untuk merawat pasien dilapangan mulai berkembang, dan perawat serta bidan mulai memikirkan bagaimana teknologi dapat mempengaruhi praktek keperawatan dan kebidanan, meningkatkan praktek keperawatan dan kebidanan serta mutu asuhan keperawatan dan kebidanan. Dalam hal ini perawat dan bidan mampu sebagai pendidik, analisis sistem, koordinator keamanan dan administrator sistem yang fokus adalah untuk meningkatkan praktek keperawatan dan kebidanan melalui penggunaan kreatif teknologi, memaksimalkan produktivitas perawatan. Perawat diharapkan dapat memberikan inovasi bersama untuk memperbaiki cara perawat dan bidan berkomunikasi dengan satu sama lain, dengan profesi lain dan dengan pasien. Perawat dan bidan harus melihat teknologi sebagai alat untuk mendukung, bukan menghambat, serta memberi dampak positif bagi praktek keperawatan dan kebidanan di masa depan.
Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan dibutuhkan upaya-upaya yang akan dihadapi seperti berbagai hambatan keterbatasan sumber daya manusia yang menguasai bidang keperawatan, kebidanan dan teknologi informasi secara terpadu, masih minimnya infrastruktur untuk menerapkan sistem informasi di dunia pelayanan, dan masih rendahnya minat para perawat dan bidan di bidang teknologi informasi keperawatan dan kebidanan. Dalam hal ini masih banyak perawat dan bidan yang belum mengetahui dan memahami tentang penanganan pasien di RS dan puskesmas.
