Webinar Interventional Pain Management across Medical Specialties : from Daily Practices to Innovations
Oct
19
Category EVENT Peningkatan Kompetensi
19 Oct, 2025 08:00 - 19 Oct, 2025 13:00
RS PKU Muhammadiyah Temanggung, Jl. Raya Kedu
Description

Nyeri didefinisikan oleh International Association for the Study of Pain (IASP) sebagai "suatu

pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan, yang berhubungan dengan potensi

kerusakan jaringan atau kerusakan jaringan aktual yang sedang terjadi." Seiring dengan perkembangan

ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang kedokteran, nyeri saat ini tidak hanya dianggap sebagai

gejala, namun sebagai entitas klinis yang memerlukan evaluasi dan penanganan khusus. Karena

pentingnya dalam mempengaruhi kualitas hidup pasien, kini parameter nyeri dianggap sebagai tanda

vital kelima setelah tekanan darah, nadi, laju pernapasan dan suhu tubuh. Nyeri kini dipahami sebagai

suatu keadaan yang bersifat kompleks, subjektif dan memerlukan penanganan dan kerjasama multi

disiplin yang melibatkan berbagai spesialisasi kedokteran, serta bukan hanya merupakan kewenangan

atau clinical privilidge satu spesialisasi kedokteran saja.


Nyeri merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering ditemui di fasilitas layanan

kesehatan, mulai dari fasilitas layanan kesehatan tingkat pertama/primer sampai ke fasilitas layanan

kesehatan rujukan tingkat lanjut/sekunder-tersier, dengan angka kejadian yang tinggi di berbagai

kelompok usia. Tatalaksana nyeri yang tidak optimal dapat berdampak buruk pada kualitas hidup

pasien baik secara fisik maupun psikis, dan dalam skala yang lebih besar, nyeri tentu juga berdampak

secara kumulatif secara sosial dan ekonomi tidak hanya pada penderitanya namun juga pada orang

orang di sekitarnya, serta lebih luas pada biaya kesehatan dan anggaran kesehatan yang harus

ditanggung oleh negara.


Intervensi nyeri adalah salah satu modalitas tatalaksana nyeri yang relatif baru dan masih terus

berkembang, melengkapi tatalaksana nyeri konservatif dan operatif yang telah ada sebelumnya di

masyarakat. Pendekatan minimal invasif dengan panduan pencitraan radiologis ultrasonografi

memungkinkan untuk mengatasi target yang spesifik pada sumber nyeri serta struktur-struktur lain

yang berpengaruh pada nyeri, misalnya melalui prosedur injeksi pada saraf, blok saraf, radiofrekuensi,

neuromodulasi. Oleh karena hal tersebut, modalitas terapi intervensi nyeri memiliki beberapa

keunggulan dan melengkapi berbagai keterbatasan modalitas terapi nyeri lain yang sudah ada, seperti

isu efek samping dan ketergantungan obat maupun tatalaksana operatif yang dikenal cukup agresif dan

mahal. Dalam praktiknya, intervensi nyeri dilakukan oleh berbagai spesialisasi kedokteran

mempertegas pentingnya kolaborasi dan pemahaman inter-spesialis demi penanganan nyeri yang

optimal, lebih efektif dan rasional, serta berorientasi pada peningkatan kualitas hidup pasien.

Sehubungan dengan hal tersebut, Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (LPP) Padjadjaran

Mitra Education Center (PARAMETER) yang telah Terakreditasi A oleh Kementrian Kesehatan

RI (Nomor Akreditasi: HK.02.02/F/3082/2024) bekerjasama dengan Comprehensive Course in

Musculoskeletal Pain Intervention and Regeneration Fakultas Kedokteran Universitas

Padjadjaran (PRECURSOR – FK UNPAD) dan RS PKU Muhammadiyah Temanggung, Jawa

Tengah akan mengadakan kegiatan:

Webinar Interventional Pain Management across Medical Specialties: from Daily Practice to

Innovation”

yang akan diselenggarakan pada hari Minggu, 19 Oktober 2025, dengan materi:

Terselenggara Pelatihan telah terselenggara atau jadwal pelaksanaan sudah lewat