Clinical Course

Advanced Cardiac Life Support (ACLS)

10 kali setahun

Tingginya angka kejadian dan kematian akibat penyakit kardiovaskular, setiap tenaga kesehatan mempunyai kewajiban untuk mengembangkan keterampilannya dalam kegawatdaruratan kardiovaskular dalam hal ini Advanced Cardiac Life Support (ACLS) bertujuan untuk memperoleh pengetahuan, keterampilan dan sertifikasi penanganan kasus-kasus kegawatdaruratan kardiovaskular.

General Emergency Life Support (GELS)

3 kali setahun

Pelatihan General Emergency Life Support (GELS) adalah pelatihan penanganan kasus gawat darurat untuk kasus trauma maupun non trauma. Pelatihan ini dibentuk untuk meningkatkan kompetensi dokter khususnya di bidang kegawatdaruratan medis. Dalam standar pelayanan gawat darurat yang dibuat oleh Depkes RI.

Elektrokardiogram (EKG)

4 kali setahun

EKG merupakan alat bantu diagnosis yang tersedia hampir seluruh rumah sakit dan sarana kesehatan yang digunakan untuk membantu dokter menegakkan diagnosis penyakit jantung, terutama dalam situasi gawat darurat. Maka keterampilan interpretasi EKG telah menjadi kebutuhan standar bagi para dokter saat ini..

Contraceptive Technology Updates ( CTU )

2 kali setahun

Metode kontrasepsi seperti IUD dan KB Implan memerlukan kompetensi khusus dalam pemasangan maupun pencabutannya sehingga selain memerlukan pengetahuan diperlukan pula kemampuan yang khusus. Maka dibutuhkan pelatihan bagi para tenaga medis yang bersifat langsung pada pasien.

Manajemen Tatalaksana TB

2 kali setahun

Dalam upaya meningkatkan pengetahuan dan skill pengobatan TB terkini maka kegiatan pelatihan ini penting untuk dilakukan. Pelatihan ini merupakan kerjasama antara Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran UNPAD, Ikatan Dokter Indonesia Propinsi Jawa Barat dan PERPARI (Persatuan Ahli Respirologi Indonesia).

HIPERKES Untuk Dokter

2 kali setahun

Sebagai pelaksana pelayanan kesehatan tenaga kerja, para dokter perusahaan perlu membekali diri dengan pengetahuan tentang perlindungan tenaga kerja pada umumnya dan penerapan hiperkes pada khususnya. Sesuai dengan peraturan menteri No. PER-01/MEN/1976 yang mengatur bahwa Dokter perusahaan wajib memiliki sertifikat Hiperkes yang dikeluarkan oleh KEMNAKER.

Asuhan Persalinan Normal (APN)

2 kali setahun

Pelatihan APN ini dimaksudkan untuk memberikan dan merefresh kemampuan para tenaga medis agar dapat lebih kompeten dalam menangani persalinan. Pelatihan ini juga akan mengajarkan tentang kapan sebaiknya seorang tenaga medis harus merujuk pasien sehingga tidak terjadi keterlambatan rujukan.

Pediatric Emergency Life Support (PELS)

3 kali setahun

Ruang lingkup penanganan kegawat daruratan Anak dalam Pelatihan ini meliputi keterampilan resusitasi tahap dasar (Basic Life Support) dan resusitasi tahap lanjut (Advanced Life Support) Pelatihan ini di selenggarakan oleh IKA FK UNPAD & IDAI Jawa Barat

Total Nutrition Theraphy (TNT)

2 kali setahun

Perhimpunan Nutrisi Enteral dan Parenteral Indonesia (PERNEPARI) sebagai salah satu unit organisasi di dalam lingkungan Ikatan Dokter Indonesia, bersama-sama dengan bidang lain bertanggung jawab atas suksesnya program menyehatkan rakyat Indonesia dari aspek promotif hingga rehabilitatif.

Ear Nose Throat Skill for General Practitioner

2 kali setahun

ENT Skills for General Practitioner (ESGP) adalah keterampilan dasar yang diperlukan di dalam melakukan prosedur pemeriksaan pasien dengan keluhan yang sering didapatkan di tempat praktek dan wajib dimiliki oleh seorang tenaga medis sebagai lini pertama kesehatan.

USG Abdomen - Pelvis

1 kali setahun

sebagai upaya tindak lanjut untuk meningkatkan pengetahuan para dokter umum dan dokter spesialis dalam mendiagnosa kelainan organ abdomen dalam pemeriksaan sehari-hari, kami bermaksud mengadakan pelatihan bagi para dokter. Kegiatan pelatihan ini merupakan kerjasama antara Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran UNPAD dan PUSKI (Perhimpunan Ultrasonik Kedokteran Indonesia).

Basic Ultrasound ( USG ) Course

1 kali setahun

Pelatihan USG dasar yang diperuntukan bagi dokter umum dengan fokus materi pada pemeriksaan ibu hamil menggunakan USG. Pelaksanaan USG tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Tenaga kesehatan yang melakukan USG harus berkompeten serta menguasai segala hal tentang USG dan juga ilmu penyakit dalam.