Dies Natalis Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Unpad merupakan momen penting dalam perjalanan sejarah fakultas kedokteran gigi. Perayaan hari jadi ini bukan hanya sekadar seremoni, melainkan juga sebagai wujud rasa syukur dan refleksi terhadap pencapaian yang telah diraih. Dies Natalis menjadi ajang untuk merayakan keberhasilan, mempererat kebersamaan, serta meningkatkan semangat inovasi dan kolaborasi antara mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, dan alumni. Peringatan Dies Natalis ini mengusung tema "Smart Dentistry : Innovations, Artificial Intelligence and Digital Transformation". Rangkaian acara dies diantaranya adalah Dies natalis ceremony, e-poster, pameran kedokteran gigi, scientific award, baksos, DIES gathering, seminar, dan Workshop.
Salah satu kegiatan Workshop pada acara ini berjudul “Sore Spots, Smart Moves: Learn to Treat Oral Ulcers Like a Pro!” yang akan disampaikan oleh Prof. Dr. Irna Sufiawati, drg., Sp.PM., Subsp.Inf (K), Dr. Nanan Nur'aeny, drg., Sp.PM., Subsp.Non-Inf (K), Dr. Indah Suasani Wahyuni, drg., Sp.PM., Subsp.Non-Inf.(K), Wahyu Hidayat, drg., Sp.PM., Subsp.Inf.(K), Dewi Zakiawati, drg., M.Sc., Sp.PM, dan Astrid Widhowaty Santoso, drg., Sp.PM. Dalam praktik kedokteran gigi sehari-hari, ulkus rongga mulut merupakan salah satu keluhan yang paling sering dijumpai. Meskipun tampak sebagai keluhan yang umum dan sering dianggap ringan, kenyataannya ulkus rongga mulut dapat mencerminkan spektrum kondisi yang sangat luas, mulai dari trauma lokal ringan, infeksi, gangguan imunologis, hingga manifestasi awal dari penyakit sistemik atau bahkan keganasan. Tantangan utama dalam menangani kasus ini bukan hanya terletak pada variasi klinis lesi yang muncul, tetapi juga pada ketepatan diagnosis, kemampuan membedakan jenis ulkus, serta keterampilan memilih terapi yang sesuai dan aman bagi pasien
Sayangnya, banyak kasus ulkus rongga mulut yang ditangani secara suboptimal, karena diagnosis ditegakkan secara terburu-buru tanpa pendekatan sistematis, atau terapi diberikan secara empiris tanpa dasar klinis yang jelas. Akibatnya, tidak jarang pasien mengalami kekambuhan, perburukan gejala, atau merasa tidak puas dengan hasil perawatan yang diberikan. Oleh karena itu dibutuhkan peningkatan kompetensi klinis dokter gigi agar dapat menangani kasus ulkus dengan lebih profesional, percaya diri, dan sesuai standar kedokteran gigi terkini. Workshop “Sore Spots, Smart Moves: Learn to Treat Oral Ulcers Like a Pro!” dirancang sebagai wadah pembelajaran interaktif yang menekankan pada keterampilan praktis dan klinis dalam menangani ulkus rongga mulut. Peserta akan dibimbing untuk memahami langkah-langkah sistematis dalam melakukan pemeriksaan klinis yang terarah, membuat diagnosis banding secara rasional, serta memilih dan menerapkan terapi yang tepat berdasarkan etiologi lesi. Workshop ini juga membekali peserta dengan enam Smart Moves penting, sebuah pendekatan terstruktur dalam menangani kasus ulser yang harapannya dapat meningkatkan mutu pelayanan kesehatan gigi dan mulut.
