Menurut WHO, pada tahun 2008 di dunia terdapat 17,3 juta jiwa meninggal akibat penyakit kardiovaskular. Di Indonesia sendiri, data tahun 2010, 30% kematian disebabkan oleh penyakit kardiovaskular. Oleh karena tingginya angka kejadian dan kematian akibat penyakit kardiovaskular, setiap tenaga kesehatan mempunyai kewajiban untuk mengembangkan keterampilannya dalam kegawatdaruratan kardiovaskular dalam hal ini Advanced Cardiac Life Support (ACLS)  untuk memperoleh pengetahuan, keterampilam dan sertifikasi penanganan kasus-kasus kegawatdaruratan kardiovaskular.

Pelatihan ACLS yg diselenggarakan selama 3 hari ini yaitu pada tanggal, 25 sampai 27 Oktober 2019 bertujuan untuk membantu para peserta memahami dan mampu mengelola 4 tipe henti jantung (fibrilasi ventrikel/takikardi ventrikel sederhana, fibrilasi ventrikel/takikardi ventrikel kompleks, pulseless electrical activity dan asystole). Pada pelatihan ACLS  ini pun peserta dilatih melakukan hands on pada pasien yang berupa manekin untuk bisa melakukan tata laksana jalan nafas dan perawatan henti jantung

Setelah mengikuti pelatihan ACLS peserta diharapkan Mampu mengelola kasus henti jantung karena fibrilasi ventrikel/takikardi ventrikel tanpa nadi dalam waktu 10 menit pertama, Mengelola 10 kasus penting dalam ACLS, melalui proses pembelajaran dalam kelompok kecil, Mengelola empat tipe keadaan emergensi sebelum henti jantung.